Sekilas Balik Desa Pocong








        Mendengar kata pocong mungkin sudah membuat bulu kita merinding. Kata “ Pocong “ memang identik dengan hal – hal yang menakutkan atau bahkan menyeramkan. Namun kata “ Pocong” itulah yang justru membuat desa ini unik. Ya, Desa Pocong. Desa Pocong yang terletak di Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan ini memang memiliki nama yang unik meskipun tidak diketahui pasti sejarah dari nama desa ini berasal karena ada beberapa versi yang sejarah yang mengatakan asal mula nama desa Pocong ini. Berdasarkan penuturan Marzuki yang merupakan tokoh masyarakat Desa Pocong mengatakan jika nama pocong berasal dari nama pohon “ pucang” atau dalam tulisan Belanda “ Pudjang” yang kemudian oleh tokoh bernama Eyang Lesap disebut pocong.
            Selain nama desanya yang unik, Desa Pocong ini juga memiliki sumber mata air yang jernih dan melimpah. Sumber air yang paling terkenal yaitu sumber air pocong atau biasanya dikenal sumber pocong. Sumber pocong ini banyak dikunjungi oleh orang – orang yang ingin mandi atau sekedar melihat jernihnya mata air sumber pocong. Berdasarkan beberapa informasi yang kami peroleh orang – orang yang datang untuk mandi di sumber pocong atau sekedar penasaran tidak hanya dari orang Madura saja melainkan mereka juga banyak berasal dari luar Madura bahkan pernah dari mancanegara seperti Jerman.
            Masyarakat Desa Pocong adalah masyarakat yang terbuka dalam artian mereka  adalah orang sangat mudah menerima kehadiran orang lain dan juga perubahan. Pemuda – pemuda di Desa Pocong adalah mereka – mereka yang memang senang untuk bergaul dan bersosialisasi. Mereka ikut serta dalam kegiatan Karang Taruna dan begitu aktif di dalamnya. Setiap kali rapat hampir semua pemuda anggota Karang Taruna selalu hadir. Dalam hal perkembangan teknologi mereka seperti pemuda – pemuda pada umumnya saat ini yang tidak lepas dari adanya gadget. Rata – rata mereka masih menempuh pendidikan SMK.
            Di Desa Pocong hanya ada satu sekolah dasar atau SD dan satu madrasah untuk mengaji dan belajar agama. Karena lokasinya berdekatan sehingga banyak dari mereka terutama ibu – ibu rumah tangga mengais rejeki dengan cara berjualan makanan ringan di setiap teras rumah mereka
Potensi Desa Pocong sendiri yaitu ketela pohon atau singkong. Masyarakat Desa Pocong hampir sebagian besar memanfaatkan ladang dan lahan sawah mereka untuk ditanami singkong. Selain singkong kacang hijau juga menjadi tanaman yang mereka pilih. Nmaun sayang karena keterbatasan pengetahuan dan juga kemampuan masyarakat di Desa Pocong seperti belum menyadari potensi desa mereka untuk menjadikan singkong sebagai komoditas unggulan yang bernilai jual tinggi. Hampir sebagian besar petani singkong di Desa Pocong menjual hasil panen singkong mereka dalam kondisi masih mentah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMARAK KEMERDEKAAN

BAKTI SOSIAL

SOSIALISASI BUDIDAYA SINGKONG