Jangan hanya jual singkong



Madura menjadi penghasil singkong. Singkong yang berlimpah biasanya hanya dibuat keripik singkong yang siap dijual.
Mahasiswa KKN 106 Universitas Trunojoyo Madura mencari cara agar singkong memiliki daya jual selain dijual langsung ke pasar. Setelah mempelajari keseharian masyarakat dengan singkong sebagai hasil kebun yang menjadi sumber pencaharian warga Desa Pocong, Kabupaten Bangkalan, mahasiswa mengajak warga kreatif mengolah singkong.
Di teras rumah kepala Desa Pocong yang sekaligus menjadi camp mahasiswa, warga berkumpul. Bersama dengan perangkat desa, Siti yang menjadi Kepala Desa Pocong ikut mempraktikkan olahan singkong yang diadakan mahasiswa, Selasa (24/7/2018).
Acara dimulai pukul 15.00 dengan praktik pengolahan singkong. Mahasiswa menjelaskan inovasi alat pemotong singkong yang efisien, praktik pembuatan kricong (keripik pocong), dan pembuatan perkedel daun singkong.
Warga dan perangkat Desa Pocong mengikuti alur acara dengan senang. Mereka ikut berpraktik dengan mencoba penggunaan pemotong singkongyang efisien itu serta pengorengan kricong dan perkedel daun singkong.
“Ini ide kreatif. Seandainya warga sadar pengolahan singkong seperti ini dilaksanakan maka akan meningkatkan penghasilan warga Desa pocong,” tutur Musthafa, Kepala Dusun Karanganyar, Desa Pocong.
Acara yang dipandu Zaini sukses membuat warga antusias. Mereka mengaku senang karena ilmu yang mereka dapatkan memotivasi mereka untuk berinovasi dalam membuat produk olahan singkong.
Mohammad Risda Elfahmi
Mahasiswa Ilmu Kelautan
Universitas Trunojoyo Madura
alfantaufik1601@gmail.com


Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Jangan Hanya Jual Singkong, http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/01/jangan-hanya-jual-singkong.

Editor: Endah Imawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMARAK KEMERDEKAAN

BAKTI SOSIAL

SOSIALISASI BUDIDAYA SINGKONG